Minggu, 27 Oktober 2019


PROGRAM PENGEMBANGAN SEKTOR PARIWISATA DI KABUPATEN JEMBER

Jember? Tidaklah asing dengan Kabupaten bernama Jember yang dikenal sebagai Kota Mahasiswa ketiga di Jawa Timur. Kabupaten Jember memiliki beberapa kampus yang terkenal, seperti Universitas Jember, Politeknik Negeri Jember, Universitas Muhammadiyah Jember, dan kampus swasta lainnya yang berada di Kabupaten Jember. Kabupaten Jember merupakan kabupaten yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Bondowoso di sebelah utara, di sebelah timur terdapat wilayah Kabupaten Banyuwangi, di sebelah selatan terdapat Samudra Hindia, dan di sebelah barat terdapat wilayah Kabupaten Lumajang. Karena letaknya yang strategis, Kabupaten Jember dijadikan sebagai pusat regional di kawasan tapal kuda. Kabupaten Jember memiliki luas wilayah 3.293,34 km² . Secara administrative Kabupaten Jember memiliki 31 kecamatan, yang terdiri dari 28 kecamatan dengan 225 desa serta 3 kecamatan dengan 22 kelurahan. Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah yang tidak memiliki akar budaya asli karena Kabupaten Jember didiami oleh pendatang yang mayoritas suku Jawa dan suku Madura, serta penduduk minoritas Tionghoa dan suku Osing. Suku Madura banyak bertempat tinggal di daerah utara, sedangkan suku Jawa banyak bertempat tinggal di daerah selatan dan bagian pesisir pantai. Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari adalah bahasa Jawa dan Madura yang memunculkan beberapa akulturasi bahasa dari kedua bahasa tersebut. Adanya keberadaan kebudayaan Jawa dan Madura yang berdomisili menetap di Kabupaten Jember melahirkan kebudayaan baru yang bernama budaya Pendalungan. Mayoritas penduduk Kabupaten Jember berprofesi sebagai petani, karena itu banyak perkebunan pribadi ataupun perkebunan yang dikelola pemerintah maupun swasta.
Jember juga terkenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau utama di Indonesia dan banyak memproduksi cerutu (gulungan utuh daun tembakau yang kering). Selain dimanfaatkan sebagai kegiatan pertanian, banyak lahan perkebunan juga dapat dimanfaatkan sebagai agro wisata untuk keperluan pariwisata serta edukasi di Kabupaten Jember dengan tujuan menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.  Namun semakin berjalannya waktu akibat pertumbuhan penduduk dalam jumlah banyak yang sulit ditanggulangi, maka lahan pertanian semakin lama semakin berkurang dan produktivitas sector pertanian yang dihasilkan menurun serta pendapatan yang di dapat dari sector ini tidak bisa diharapkan kembali. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka pemerintah Kabupaten Jember merancang dan mngambil suatu kebijakan suatu pembangunan reinkarnasi destinasi pariwisata yang lebih lanjut dan diharapkan mampu menjadi sebagai potensi yang dapat meningkatkan pendapatan di daerah maupun peluang lapangan kerja bagi masyarakat sekitar sehingga terciptanya masyarakat yang sejahtera.
Sector pariwisata merupakan sector yang memiliki produk – produk penunjang yang dapat mendukung sector – sector lainnya serta menggerakkan pusat perekonomian daerah. Berdasarkan Undang – Undang No. 9 Tahun 1990 yang berisi tentang Kegiatan Pariwisata, yaitu wisata adalah kegiatan perjalanan  /  sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara serta bersifat sementara untuk menikmati daya tarik obyek wisata. Oleh karena itu pemerintah mengusahakan menggalakan  obyek pariwisata untuk dikembangkan serta ditingkatkan karena obyek pariwisata tersebut sebagai penyumbang devisa negara yang cukup besar. Kabupaten Jember memiliki banyak jenis destinasi wisata yang nantinya diharapkan dapat berkontribusi dengan pengembangan sector pariwisata di Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Jember sangat berpartisipasi aktif sebagai upaya untuk memaksimalkan pemberdayaan kepariwisataan di Kabupaten Jember dengan langkah pengoptimalan potensi – potensi pariwisata yang ada dengan diadakannya program pemerintahan guna untuk meningkatkan pendapatan dari sector tersebut. Pariwisata di Kabupaten Jember memiliki potensi yang memiliki prospek kedepan yang sangat baik dan menjanjikan, hal ini dapat diketahui dari kenaikan sector pariwisata di Kabupaten Jember dari tahun ketahun seiring bergantinya waktu semakin mengalami peningkatan.
Pengembangan dan peningkatan oleh pemerintah Kabupaten Jember melalui program BBJ (Bulan Berkunjung ke Jember). Program BBJ merupakan suatu program yang diadakan tahunan oleh Pemerintah Kabupaten Jember sebagai usaha peningkatkan perekonomian di wilayah Kabupaten Jember. Program BBJ juga berperan penting sebagai alat yang bertujuan menarik wisatawan serta investor untuk berkunjung ke Kabupaten Jember yang memiliki julukan Kota Tembakau ini. Program ini diadakan selama sebulan dan dilaksanakan bertepatan pada HUT Kemerdekaan Republik Indonesia  yaitu antar bulan Juli – September. Program BBJ ini memiliki banyak agenda yang menarik, tidak hanya mengutamakan sector pariwisata, tetapi program ini juga mengkaji sekto ekonomi dengan mengadakan berbagai event seperti pengadaan berbagai pameran ataupun sejenisnya. Semua agenda tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta potensi yang tinggi untuk Kabupaten Jember. Adanya program BBJ adalah sebagai wadah pembukaan cakrawala baru bagi dunia pariwisata di Kabupaten Jember. Meskipun tujuan utamanya hanya mengundang para investor guna untuk melibatkan dalam bidang pembangunan di Kabupaten Jember, tetapi sector pariwisata tetap menggunakan esensi dari program tersebut. Langkah tersebut sebenarnya sangat tepat karena mengingat sector pariwisata di Kabupaten Jember membutuhkan pengembangan secara potensial. Semakin berjalannya waktu dari tahun ke tahun banyaknya tempat – tempat pariwisata alam maupun buatan yang ada di setiap sudut kawasan di Kabupaten Jember memiliki potensi dan peluang yang cukup tinggi untuk menyedot wisatawan domestic maupun mancanegara serta menyedot perhatian dari investor yang nantinya dapat berinvestasi di Kabupaten Jember.
Program BBJ merupakan salah satu program kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Jember yang harus diadakan setiap tahunnnya secara terus menerus dan perlu peningkatan. Alasannya sector pariwisata setiap tahunnya selau mengalami peningkatan peluang yang berkaitan sebagai penunjang perekonomian yang ada untuk saat ini. Sektor pariwisata sangat berperan dala cakupan sector perdagangan,  hotel dan restoran sangat berdampak langsung secara menyeluruh terhadap perekonomia masyarakat di Kabupaten Jember, dimana sector ini mampu terus tumbuh begitu pesat secara signifikan dibandingkan sector lainnya yang ada di Kabupaten Jember. Meskipun sector pertanian masih menjadi sector unggulan dan masih berpotensi, tetapi sector pertanian ini setiap tahun telah mengalami penurunan yang stagnan. Adanya program BBJ sangat diharapkan mendapat banyak partisipasi semua lapisan masyarakat Kabupaten Jember yang sebagai wadah penggaetan para wisatawan serta investor dalam maupun luar negeri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar