Rumah
Banyaknya jumlah penduduk mengakibatkan lahan semakin sempit, hal tersebut berdampak pada naiknya harga lahan. Masyarakat yang belum mampu membeli sebuah lahan tempat tentu akan memilih mendirikan perumahan kumuh di pinggiran kota.
Transportasi
Di negara berkembang, perkembangan pembangunan jalan masih belum menyeluruh. Permasalahan yang ada adalah jumlah panjang jalan yang dibutuhkan tidak seimbang dengan skala penduduk dan pembangunan
Kebutuhan energy
Banyaknya jumlah penduduk membuat kebutuhan energy semakin besar dan sulit di kontrol.
Air
Jumlah penduduk yang meningkat membuat kebutuhan akan air semakin banyak, hal tersebut tentu tidak sebanding dengan jumlah mata air yang tersedia.
Sanitasi
Semakin banyak jumlah penduduk di suatu kawasan mengakibatkan buruknya sanitasi.
Kriminalitas
Jumah penduduk yang padat tidak diikuti dengan jumlah lapangan pekerjaan yang ada, masyarakat yang tidak mendapat pekerjaan akan menganggur. Hak tersebut tentu akan menimbulkan maraknya tindakan kriminalitas
Kebakaran
Kawasan dengan perumahan yang padat memiliki kemungkinan besar untuk mengalami kebakaran, jika kawasan tersebut mengalami kebakaran maka permasalahannya adalah sulitnya mengakses jalan untuk menjangkau lokasi
Sebuah kota memiliki evolusi yang dapat di analisis dari aspek masyarakat, pemerintahan, dan interaksinya. Ada 4 tahap Evolusi Kota ;
Pada era city 1.0 masyarakat berperan sebagai penduduk, pemerintahaan sebagai administrasi dan interaksinya masih sosial.
Pada era city 2.0 masyarakat berperan sebagai konsumen sehingga pemerintahan sebagai penyedia layanan dan pada interaksinya berupa konsultasi.
Pada era city 3.0 masyarakat berperan sebagai peserta, pemerintahan sebagai penyedia fasilitas, dalam interaksinya masyarakat dapatikut berpartisipasi.
Pada era city 4.0 yang akan datang masyarakat memiliki peran untuk menciptakan, pemerintahan dapat menjadi kolaborator yang mendukung masyarakatnya sehingga interaksinya saling berkolaborasi.
Dapat disimpulkan bahwa perubahan kota berawal dari perubahan yang terjadi di masyarakat. Karena untuk membangun sebuah kota menjadi kota cerdas berawal dari masyarakatnya yang cerdas juga.
Teknologi dan data menjadi faktor penting dalam pembangunan kota cerdas, karena dari data akan diketahui apa saja yang dibutuhkan sebuah kota, permasalahan penduduk yang dihadapi serta kecenderungan masyarakat, sehingga pemerintah dapat menganalisis dan menyimpulkan untuk mengatasi masalah tersebut. Fungsi data bagi kota cerdas adalah untuk mengukur tingkat keamanan, mengetahaui grafik interaksi yang terjadi, mengetahui bagaimana energy bekerja, sebagai pengolahan sampah, dan sebagai layanan kesehatan. Pengertian smart city dapat dijabarkan dalam beberapa aspek, yaitu :
Environment
Pemerintah memiliki peran sebagai penyedia dan pemantau dalam masyarakat.
Living
Masyarakat berjasama dalam hal social budaya, melestarikan kultur budaya seingring perkembangan kota.
Mobility
Teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan mobilitas perkotaan untuk menanggulangi dari dampak lingkungan yang rendah.
Governance
Keikut sertaan pemerintah dalam menanggapi topic permasalahan yang dibahas di masyarakat.
Economy
Adanya kerjasama antara aktor publik dan swasta untuk pengembangan inkubator sosial dan usaha kecil dan menengah untuk menumbuhkan ekonomi.
People
Masyarakat saling berbagi data informasi untuk menciptakan keamanan sumber jaringan dan kominikasi.
Super city berkaitan erat dengan kecerdasan buatan dan kecerdasan manusia, kecerdasaan buatan didapatkan dari kecerdasan manusia, jika sumber daya manusianya tinggi maka akan menghasilkan pemikiran-pemikiran yang cerdas, pemikiran tersebut dapat direalisasikan untuk pengembangan kota yang cerdas, kota yang cerdas mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjawab tantangan yang ada dalam masyarakat adalah dasar dari super city. Dalam penggambarannya super city adalah kota yang ideal dan terkondisi, masyarakatnya terfasilitasi 24 jam, juga keadaan lingkungannya aman dan nyaman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar