Pengembangan
Potensi Wisata Bahari di Trenggalek
Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan destinasi wisata yang setiap tahunnya terus menerus meningkat dengan jumlah wisatawan yang terus bertambah, baik wisatawan domestic maupun mancanegara terutama destinasi bahari. Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dan maritim terbesar di dunia dengan keanekaragaman sumberdaya laut seperti perikanan,magrove,terumbu karang,rumput laut, dll. Banyak dari wisatawan tersebut yang berdatangan untuk mencari keindahan Indonesia di tempat seperti pantai maupun laut - laut yang menjadi surga alam nusantara dan merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk Indonesia.
Wisata
bahari merupakan salah satu pariwisata yang merupakan pantai
dan laut - laut tersebut mampu menjadi potensi yang jika dikembangkan maupun
diolah dengan baik dan melalui berbagai proses yang tepat akan memberikan
keuntungan serta kesejahteraan bagi penduduk sekitar maupun pemerintah daerah.
Salah satu potensinya adalah hasil perikanan, yang sangat memungkinkan
memiliki peluang besar karena Indonesia memiliki panjang garis pantai
mencapai 95,181 km yang posisinya memanjang di 17,504 pulau , sehingga Indonesia
dalam satu tahun mampu menghasilkan 5,4 juta ton ikan dan bahkan bisa lebih
dari prediksi tersebut. Dan bukan hanya memiliki potensi dari hasil perikanan,
tetapi dapat dari hasil wisata destinasi bahari tersebut.
Hutan
mangrove dapat menjadi potensi wisata bahari yang dapat menarik perhatian para
wisatawan. Bukan hanya sebagai pencegah abrasi karena akar batang kayunya yang
sangat kuat, habitat binatang laut, tetapi juga dapat menjadi manfaat bagi
masyarakat sekitar. Bukan hanya sebagai pemasukan bagi masyarakat bahkan kayu
bakau juga dapat digunakan sebagai bahan pembuatan kertas dan kayu bakar.
Kemaritiman Indonesia merupakan ekosistem 950 spesies terumbu karang, 555
spesies rumput laut, 8.500 spesies ikan tropis, dan 18 spesies padang lamun.
Keindahan tersebut harus di promosikan maupun dijadikan aset bangsa yang bisa
dijadikan suatu potensi. Banyak cara dan langkah agar destinasi tersebut dapat
menyedot jutaan pengunjung setiap tahunnya.
Kabupaten Trenggalek merupakan
salah satu kabupaten di Jawa Timur yang memiliki kegiatan wisata yang beragam
serta wisata yang banyak. Trenggalek mempunyai panjang pantai sekitar 96 km
dengan luas laut kurang lebih 71,117 ha serta jumlah pulau sebanyak 57 pulau.
Di Kabupaten Trenggalek tepatnya di Kecamatan Watulimo, merupakan salah satu
wilayah di Provinsi Jawa Timur yang memiliki potensi wisata bahari yang dapat
dijanjikan akan deburan ombak serta keindahan pemandangan di kawasan teluk yang
menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan.
Kabupaten
Trenggalek memiliki berbagai pantai indah yang membentang mulai dari pesisir
Kecamatan Watulimo hingga Kecamatan Panggul. Di kawasan tersebut banyak
terdapat kawasan beberapa objek wisata alam yang menarik, seperti Pantai Prigi
dengan potensi ikan yang melimpah, Pantai Karanggongso dengan pasir yang putih
dan air laut yang jernih, Pantai Cengkrong yang memiliki keindahan akan wisata
mangrove, serta Pantai Damas yang terkenal akan keasrian alam yang masih alami.
Hal itu semua menunjukkan bahwa Kabupaten Trenggalek memiliki potensi
wisata bahari yang cukup besar.
Tetapi,
keberadaan daya tarik tersebut belum terkelola dengan tepat dan teratur oleh
pemerintah daerah serta masyarakat sekitar wisata tersebut. Yaitu terdapat pada
permasalahan potensi bahari disana belum tereksplorasi dan terintegrasi dengan
tepat dan baik sesuai standart, sehingga di butuhkan suatu cara dan langkah
dalam pengembangan kawasan tersebut sehingga terciptanya kesejahteraan
antara pemerintah daerah,masyarakat dan wisatawan destinasi wisata bahari itu.
Hal ini dapat diketahui dari pengembangan wisata di Kabupaten Trenggalek hanya
terfokuskan pada satu objek yaitu Pantai Prigi, sedangkan untuk obyek yang lain
pengunjungnya masih rendah bahkan setiap tahun mengalami penurunan.
Sedikit
perkembangan wisata bahari di Kabupaten Trenggalek mengakibatkan belum
terwujudnya peningkatan potensi obyek satu dengan obyek yang lain dan tidak
dapat memberikan kontribusi bagi pendudukan daerah tersebut serta pemerintah daerah
tersebut. Maka dari itu, diperlukan suatu analisis pengembangan kawasan wisata
bahari diarahkan pada peningkatan daya tarik wisata melalui peningkatan daya
tarik wisata melalui penambahan atraksi wisata kebudayaan di setiap obyek yang
kurang berkembang seperti aktivitas olahraga pantai (voli pantai), surfing,
berperahu, memancing, perbelanjaan ikan, serta kegiatan-kegiatan tradisi budaya
dari daerah tersebut, dll.
Penambahan
peluasan kawasan pada obyek wisata bahari guna sebagai aksesbilitas jalur
menuju ke wisata serta penyediaan transportasi khusus wisatawan berupa mobil
jeep atau mini bus serta perahu wisata khusus, pengarahan peningkatan
daya tarik melalui penambahan atraksi wisata budaya setempat di setiap obyek
yang kurang berkembang dari pemerintah dan masyarakat dengan harapan
pengembangan kawasan wisata bahari, peningkatan kualitas dan kuantitas
serta penambahan penginapan dan akomodasi di setiap obyek wisata, peningkatan
kualitas prasarana kebutuhan listrik dan air bersih yang sebelumnya belum
optimal agar wisatawan merasa nyaman berada di wisata tersebut, serta
peningkatan layanan fasilitas parkir yang sebelumnya belum tercukupi.
Pengadaan
kerjasama antar pemerintah, swasta, serta masyarakat di sekitar wisata sangat
penting dalam hal perencanaan,pengolahan dan pembangunan insfrakstruktur di
dalam kawasan wisata tersebut. Bukan hanya kebijakan tersebut yang harus
diterapakan,peningkatan Sumber Daya Manusia dan pemberdayaan masyarakat daerah
setempat sangat berpengaruh besar terhadap proses perekarmasian wilayah pesisir
tersebut.
Melalui
beberapa arahan pengembangan kawasan wisata bahari di Kabupaten Trenggalek
diharapkan mampu dan dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah Kabupaten
Trenggalek serta masyarakat daerah pesisir bahari tersebut dalam proses
pengembangan potensi kawasan wisata bahari Kabupaten Trenggalek tepatnya di
Kecamatan Watulimo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar