PROGRAM PENGEMBANGAN SEKTOR PARIWISATA DI KABUPATEN
JEMBER
Jember?
Tidaklah asing dengan Kabupaten bernama Jember yang dikenal sebagai Kota
Mahasiswa ketiga di Jawa Timur. Kabupaten Jember memiliki beberapa kampus yang
terkenal, seperti Universitas Jember, Politeknik Negeri Jember, Universitas
Muhammadiyah Jember, dan kampus swasta lainnya yang berada di Kabupaten Jember.
Kabupaten Jember merupakan kabupaten yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten
Probolinggo, dan Kabupaten Bondowoso di sebelah utara, di sebelah timur
terdapat wilayah Kabupaten Banyuwangi, di sebelah selatan terdapat Samudra
Hindia, dan di sebelah barat terdapat wilayah Kabupaten Lumajang. Karena
letaknya yang strategis, Kabupaten Jember dijadikan sebagai pusat regional di
kawasan tapal kuda. Kabupaten Jember memiliki luas wilayah 3.293,34 km² .
Secara administrative Kabupaten
Jember memiliki 31 kecamatan, yang terdiri dari 28 kecamatan
dengan 225 desa serta 3 kecamatan dengan 22 kelurahan. Kabupaten Jember merupakan
salah satu daerah yang tidak memiliki akar budaya asli karena Kabupaten Jember didiami oleh
pendatang yang mayoritas
suku Jawa dan suku Madura, serta penduduk minoritas Tionghoa dan suku Osing.
Suku Madura banyak bertempat tinggal di daerah utara, sedangkan suku Jawa banyak
bertempat tinggal di daerah selatan dan bagian pesisir pantai. Bahasa yang
digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari adalah bahasa Jawa dan Madura yang
memunculkan beberapa akulturasi bahasa dari kedua bahasa tersebut. Adanya
keberadaan kebudayaan Jawa dan Madura yang berdomisili menetap di Kabupaten
Jember melahirkan kebudayaan baru yang bernama budaya Pendalungan. Mayoritas
penduduk Kabupaten Jember berprofesi sebagai petani, karena itu banyak
perkebunan pribadi ataupun perkebunan yang dikelola pemerintah maupun swasta.
Jember
juga terkenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau utama di Indonesia
dan banyak memproduksi cerutu (gulungan utuh daun tembakau yang kering). Selain
dimanfaatkan sebagai kegiatan pertanian, banyak lahan perkebunan juga dapat
dimanfaatkan sebagai agro wisata untuk keperluan pariwisata serta edukasi di
Kabupaten Jember dengan tujuan menarik perhatian wisatawan domestik maupun
mancanegara. Namun semakin
berjalannya waktu akibat pertumbuhan penduduk dalam jumlah banyak yang sulit
ditanggulangi, maka lahan pertanian semakin lama semakin berkurang dan
produktivitas sector pertanian yang dihasilkan menurun serta pendapatan yang di
dapat dari sector ini tidak bisa diharapkan kembali. Dengan adanya permasalahan
tersebut, maka pemerintah Kabupaten Jember merancang dan mngambil suatu
kebijakan suatu pembangunan reinkarnasi destinasi pariwisata yang lebih lanjut
dan diharapkan mampu menjadi sebagai potensi yang dapat meningkatkan pendapatan
di daerah maupun peluang lapangan kerja bagi masyarakat sekitar sehingga
terciptanya masyarakat yang sejahtera.
Sector pariwisata merupakan sector yang memiliki
produk – produk penunjang yang dapat mendukung sector – sector lainnya serta
menggerakkan pusat perekonomian daerah. Berdasarkan Undang – Undang No. 9 Tahun
1990 yang berisi tentang Kegiatan Pariwisata, yaitu wisata adalah kegiatan
perjalanan / sebagian dari kegiatan tersebut yang
dilakukan secara serta bersifat sementara untuk menikmati daya tarik obyek
wisata. Oleh karena itu pemerintah mengusahakan menggalakan obyek pariwisata untuk dikembangkan serta
ditingkatkan karena obyek pariwisata tersebut sebagai penyumbang devisa negara
yang cukup besar. Kabupaten
Jember memiliki banyak jenis destinasi wisata yang nantinya diharapkan dapat
berkontribusi dengan pengembangan sector pariwisata di Jawa Timur. Pemerintah
Kabupaten Jember sangat berpartisipasi aktif sebagai upaya untuk memaksimalkan
pemberdayaan kepariwisataan di Kabupaten Jember dengan langkah pengoptimalan
potensi – potensi pariwisata yang ada dengan diadakannya program pemerintahan
guna untuk meningkatkan pendapatan dari sector tersebut. Pariwisata di
Kabupaten Jember memiliki potensi yang memiliki prospek kedepan yang sangat
baik dan menjanjikan, hal ini dapat diketahui dari kenaikan sector pariwisata
di Kabupaten Jember dari tahun ketahun seiring bergantinya waktu semakin
mengalami peningkatan.
Pengembangan dan peningkatan oleh pemerintah Kabupaten
Jember melalui program BBJ (Bulan Berkunjung ke Jember). Program BBJ merupakan
suatu program yang diadakan tahunan oleh Pemerintah Kabupaten Jember sebagai
usaha peningkatkan perekonomian di wilayah Kabupaten Jember. Program BBJ juga
berperan penting sebagai alat yang bertujuan menarik wisatawan serta investor
untuk berkunjung ke Kabupaten Jember yang memiliki julukan Kota Tembakau ini.
Program ini diadakan selama sebulan dan dilaksanakan bertepatan pada HUT
Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu
antar bulan Juli – September. Program BBJ ini memiliki banyak agenda yang
menarik, tidak hanya mengutamakan sector pariwisata, tetapi program ini juga mengkaji
sekto ekonomi dengan mengadakan berbagai event seperti pengadaan berbagai
pameran ataupun sejenisnya. Semua agenda tersebut bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat serta potensi yang tinggi untuk Kabupaten Jember.
Adanya program BBJ adalah sebagai wadah pembukaan cakrawala baru bagi dunia
pariwisata di Kabupaten Jember. Meskipun tujuan utamanya hanya mengundang para
investor guna untuk melibatkan dalam bidang pembangunan di Kabupaten Jember,
tetapi sector pariwisata tetap menggunakan esensi dari program tersebut.
Langkah tersebut sebenarnya sangat tepat karena mengingat sector pariwisata di
Kabupaten Jember membutuhkan pengembangan secara potensial. Semakin berjalannya
waktu dari tahun ke tahun banyaknya tempat – tempat pariwisata alam maupun
buatan yang ada di setiap sudut kawasan di Kabupaten Jember memiliki potensi
dan peluang yang cukup tinggi untuk menyedot wisatawan domestic maupun
mancanegara serta menyedot perhatian dari investor yang nantinya dapat
berinvestasi di Kabupaten Jember.
Program BBJ merupakan salah satu program kebijakan
pemerintah daerah Kabupaten Jember yang harus diadakan setiap tahunnnya secara
terus menerus dan perlu peningkatan. Alasannya sector pariwisata setiap
tahunnya selau mengalami peningkatan peluang yang berkaitan sebagai penunjang
perekonomian yang ada untuk saat ini. Sektor pariwisata sangat berperan dala
cakupan sector perdagangan, hotel dan
restoran sangat berdampak langsung secara menyeluruh terhadap perekonomia
masyarakat di Kabupaten Jember, dimana sector ini mampu terus tumbuh begitu
pesat secara signifikan dibandingkan sector lainnya yang ada di Kabupaten
Jember. Meskipun sector pertanian masih menjadi sector unggulan dan masih
berpotensi, tetapi sector pertanian ini setiap tahun telah mengalami penurunan
yang stagnan. Adanya program BBJ sangat diharapkan mendapat banyak partisipasi
semua lapisan masyarakat Kabupaten Jember yang sebagai wadah penggaetan para
wisatawan serta investor dalam maupun luar negeri.


